JIS Komitmen Akan Lebih Kooperatif

Jakarta. Ditjen PAUDNI – “Jakarta Internasional School (JIS) menyatakan akan lebih kooperatif”, ujar Megumi Runturambi Manajer Personalia JIS saat pihaknya di panggil Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI). Jakarta (16/4)

Hal tersebut disampaikannya terkait pernyataan Dirjen PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog. Mengenai penolakkan rombongan tim pemantau dari Ditjen PAUDNI pagi hari tadi (16/4), termasuk belum diserahkannya instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) perizinan TK Internasional Ditjen PAUDNI oleh JIS, pada bulan Januari 2014.

Menurut Megumi kehadiran pengurus JIS di Ditjen PAUDNI Kemdikbud, sebagai salah satu wujud keseriusan menyikapi kekerasan seksual yang terjadi di lembaganya, dan JIS akan menerima dengan senang hati jika kedatangan tim dari Ditjen PAUDNI.

Bersama Timothy Carr (Kepala Sekolah JIS), Steve Drugran (Wakil Kepala Sekolah, dan seorang staff. Rombongan Megumi selaku perwakilan JIS diterima langsung oleh Dirjen dan Sesditjen PAUDNI, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen PAUDNI, serta Perwakilan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. (M.Husnul Farizi/HK)

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/jis-komitmen-akan-lebih-kooperatif/

Dirjen PAUDNI : Tiga Instruksi Untuk JIS Terkait Pelecehan Seksual

Jakarta. PAUDNI – Peristiwa pelecehan seksual yang menimpa peserta didik Taman Kanak-kanak di Jakarta Internasional School (JIS), telah mencoreng muka dunia pendidikan. Permasalahan tersebut perlu  tindakan secara cepat, dan membutuhkan penganan secara khusus terutama bagi para korban kekerasan seksual.

Oleh sebab itu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), memanggil langsung pihak JIS untuk dimintai keterangan mengenai peristiwa yang terjadi di lembaganya. Karena segala bentuk kekerasan pada anak usia dini berakibat buruk, baik secara fisik maupun psikis.

Selain mempertanyakan perizinan, proses pembelajaran, mutu pendidikan dan tenaga kependidikan, keamanan peserta didik, Dirjen PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog. Meminta pihak JIS agar melakukan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, Sekolah harus memberikan langkah recovery pada anak yang menjadi korban kekerasan seksual.Kedua, Sekolah harus lebih selektif untuk merekrut orang yang bekerja di lembaganya. Baik itu guru, tenaga pendidik, dan seluruh pekerja termasuk office boy

Hal tersebut berdasarkan penelusuran yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kecenderungan penyimpangan seksual oleh pelaku semestinya bisa dideteksi diawal rekutmen kerja.

Ketiga, pihak Sekolah harus meningkatkan pengawasan, sehingga siswa tidak boleh lepas dari perhatian guru dan tenaga kependidikan. Sehingga keamanan anak terpantau dan terjaga, Jakarta (16/4), (M. Husnul Farizi, S.IP/HK)

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dirjen-paudni-tiga-instruksi-untuk-jis-terkait-pelecehan-seksual/

Selamat atas dilantiknya Dra. Riyati Anggoro Peni, M.Pd sebagai Kepala Seksi Informasi PP-PAUDNI Regional II Semarang

Ungaran, Kami keluarga besar PP PAUDNI Regional II Semarang mengucapkan Selamat atas dilantiknya kepala seksi informasi dan kerjasama PP PAUDNI Regional II Semarang Dra. Riyati Anggoro Peni, M.Pd, Semoga apa yang menjadi amanat bisa dilaksanakan dengan bijaksana, proporsional dan profesional didalam melaksanakan pekerjaan pada jabatan yang baru. Harapan kami semoga PP-PAUNDI Regional II Semarang khususnya pada seksi informasi dan kerjasama bisa semakin maju dan semakin bagus dalam melakukan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Sikapi Kasus JIS Ditjen PAUDNI Gelar Dua Rapat Mendadak

Jakarta. PAUDNI – Menindak lanjuti kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta Internasional School (JIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) mendadak menggelar dua rapat tertutup. Jakarta (16/4)

Rapat Ditjen PAUDNI dipimpin langsung Direktur Jenderal PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, didampingi Sekretaris Ditjen PAUDNI, Ella Yulaelawati Rumindasari, MA. Ph.D, beserta Ir. Agus Pranoto Basuki, M. Pd (Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian), Nuch Rahardjo, M.Pd (Kepala Subdit Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan PAUD), dan beberapa staf  terkait.

Rapat tertutup pertama, Dirjen PAUDNI mengundang beberapa praktisi pendidikan, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Biro Hukum dan Organisasi Kemdikbud. Pada rapat ini Dirjen menghimpun pandangan dan masukkan dari undangan rapat, mengenai permasalahan yang menimpa peserta didik Taman Kanank-Kanak di JIS.

Sedangkan pada rapat tertutup yang kedua digelar di Ruang Rapat Dirjen PAUDNI, JIS dihadirkan untuk dimintai keterangan mengenai perizinan, penyelenggaraan pendidikan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan dan peristiwa pelecehan seksual yang terjadi dilembaganya.

Selain dua rapat yang digelar secara tertutup, Ditjen PAUDNI memberikan keterangan pers bersama-sama perwakilan JIS dengan jurnalis baik media online, cetak dan elektronik. (M.Husnul Farizi, S.IP/HK)

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/sikapi-kasus-jis-ditjen-paudni-gelar-dua-rapat-mendadak/

Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Ditjen PAUDNI

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog melantik empat orang pejabat eselon III dan IV, hari Jumat (28/3). Pelantikan ini merupakan pengisian jabatan yang kosong di beberapa satuan kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen PAUDNI.

Sebelum  memberikan sambutannya Dirjen terlebih dahulu mengucapkan “selamat” kepada para pejabat yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya.

“Pengangkatan jabatan ini merupakan hasil pembinaan kepegawaian yang dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dan prestasi kerja yang dimiliki seorang aparatur negara, sebagai wujud tranparansi pengelolaan dan pembinaan yang memegang teguh etika birokrasi dan prinsip good governance and clean goverment”, kata Lydia saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Para pejabat eselon III & IV Ditjen PAUDNI yang baru dilantik adalah:

1. Nama          : Dr. Agus Salim

    Jabatan       : Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Kursus  dan Pelatihan

2. Nama          : Dra. Sri Ratna Diah G, MM

    Jabatan       : Kepala Seksi Kemitraan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan

3. Nama          : Robert, SH., M.H

    Jabatan       : Kepala Seksi Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini

4. Nama          : Dra. Riyati Anggoro Peni, M.Pd

    Jabatan       : Kepala Seksi Informasi dan Kerja Sama PP-PAUDNI Regional II Semarang

Manajemen ASN

Terbitnya Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), akan membawa perubahan dalam pengelolaan aparatur negara. Untuk mewujudkan aparatur sipil negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi, perlu ditetapkan aparatur sipil negara sebagai profesi yang menerapkan merit sistem dalam pelaksanaannya.

Menurut Dirjen, manajemen ASN ini berdasarkan pada sistem merit atau perbandingan antara kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dimiliki oleh calon dalam rekrutmen, pengangkatan, penempatan, dan promosi pada jabatan yang dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif, sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

Terkait dengan penilaian kinerja tahun 2014, Dirjen mengingatkan akan Peraturan Pemerintah No.46 tahun 2013 tentang penilaian kinerja pegawai yang terdiri dari Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bobotnya 60% dan Perilaku Kerja 40%.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Reni Akbar-Hawadi—sapaan akrab Dirjen PAUDNI menegaskan kembali bahwa jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Segeralah menyesuaikan diri agar lebih cepat tanggap dalam memahami tuntutan organisasi serta tantangan yang dihadapi dalam memegang tetap amanah secara profesional dan tanggung jawab,” demikian pesan Reni. (Eva Fatmawati/HK)

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/pelantikan-pejabat-eselon-iii-dan-iv-di-lingkungan-ditjen-paudni/