Model Pembelajaran Bencana PP PAUDNI Regional II "Jadi Rujukan di Lebih dari 50 Negara"

UNGARAN - Model literacy (pembelajaran-Red) penanganan bencana yang dikembangkan Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PP-PAUDNI) Regional 2 Semarang, mendapat apresiasi dari dunia internasional.

Oktober mendatang Pemerin­tah Jepang mengundang Kepala PP PAUDNI Regional 2 Sema­rang Dr Ade Kusmiadi untuk mempresentasikan model literacy penanganan bencana itu pada forum 1Kominkan International Conference of Community Lear­ning Centres (CLCs) di Okayama.

Forum itu diikuti 500 peserta utusan dari 50 lebih negara-negara di Asia Pasifik, Australia, dan beberapa negara Eropa.

‘’Kemungkinan model yang telah kami terapkan dalam penanganan sekitar 350.000 korban bencana Gunung Merapi 2010 itu akan menjadi rujukan pengembangan pendidikan ber­kelanjutan dengan fokus ling­kungan hidup pada lebih dari 50 negara peserta forum,’’ kata Ade didampingi Kabid Program dan Informasi  Drs Suka MPd, di kantornya Jl Dipo­negoro 250, Ungar­an, kemarin.

Ade akan membawakan maka­lah berjudul ‘’Kampanye tentang Keaksaraan Inovatif yang Ter­integrasi dengan Kasus-Kasus Bencana Alam di Indonesia’’. ‘’Intinya kami akan menjelaskan kepada dunia bahwa bencana alam itu sesuatu hal yang serius, sehingga harus menjadi mainstream (pengarusutamaan-Red) pa­da kurikulum di pendidikan formal maupun nonformal,’’ ungkapnya.

Pengetahuan Minim  

Hal itu penting, terutama bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang rentan bencana alam, baik yang terkait dengan gunung berapi, tanah longsor, banjir, banjir bandang, tsunami, kekeringan, dan lain lain.

‘’Masyarakat wajib tahu tentang kebencanaan. Bagaimana cara memahami, menanggulangi, dan menghadapi, hingga penanganan pascabencana itu sendiri,’’ ujarnya.

Ade menjelaskan, saat penanganan bencana Gunung Merapi, PP PAUDNI membuat laboratorium (pembelajaran) berbasis elektronik di dekat lokasi bencana dan balai belajar berbasis rawan bencana dengan fokus pelayanan masyarakat yang tingkat pengetahuannya minim (buta huruf).

Pengalaman itulah yang akan dijadikan rujukan bagi negara-negara yang menjadi peserta forum tersebut. ‘’Dalam penanganan bencana Merapi 2010 kami menerjunkan tim terapis pascabencana. Kami kemudian membangun traumatic centre berbasis pemuda, orang tua, dan anak-anak hingga usia PAUD,’’ katanya.

Tim-tim tersebut menangani para orang tua yang kehilangan mata pencaharian, menangani anak-anak agar tetap ceria, atau memberi kursus keterampilan singkat kepada para pemuda.

‘’Artinya, PP PAUDNI menciptakan dan mengembangkan

kurikulum penanganan pascabencana. Antara lain percepatan dalam pelayanan, tepat waktu dan tepat sasaran, model latihan yang cepat dan praktis, menyiapkan sarpras pembelajaran yang sesuai kondisi, hingga menangani pengungsi,’’ tutur­nya. (D6-37)

 

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/08/07/269491


Update Informasi Pemetaan Mutu PAUDNI Wilayah Regional II bagi Koordinator

Daftar lembaga yang telah mengirimkan data perencanaan pemetaan mutu paudni
No Nama Lembaga Tgl pengiriman Keterangan
1 SKB Klaten 26 Mei 2014  
2 SKB Lampung Utara - Lampung 28 Mei 2014  
3 SKB Purwokerto 28 Mei 2014  
4 SKB AJibarang 30 Mei 2014  
5 SKB Gunung Kidul - D.I. Yogyakarta 30 Mei 2014  
6 SKB Blora 30 Mei 2014  
7 SKB Batang 30 Mei 2014  
8 SKB Kalibagor 30 Mei 2014  
9 SKB Pati 31 Mei 2014  
10 SKB Magelang 1 Juni 2014  
11 SKB Pekalongan 2 Juni 2014  
12 SKB Way Kanan - Lampung 2 Juni 2014  
13 SKB Kota Tegal 2 Juni 2014  
14 SKB Kab. Tegal 3 Juni 2014  
15 SKB Purworejo 3 Juni 2014  
16 SKB Temanggung 4 Juni 2014  
17 SKB Kebumen 4 Juni 2014  
18 SKB Ampel Boyolali 4 Juni 2014  
19 SKB Boyolali 4 Juni 2014  
20 SKB Kulonprogo - D.I. Yogyakarta 5 Juni 2014  
21 SKB Sleman - D.I. Yogyakarta 5 Juni 2014  
22 SKB Pemalang 5 Juni 2014  
23 SKB Kota Salatiga 5 Juni 2014  
24 SKB Sukoharjo 6 Juni 2014  
25 SKB Jepara 6 Juni 2014  
26 SKB Rembang 6 Juni 2014  
27 SKB Wilayah Gondang Sragen 6 Juni 2014  
28 SKB Simo Boyolali 6 Juni 2014  
29 SKB Pringsewu - Lampung 6 Juni 2014  
30 SKB Kota Semarang 6 Juni 2014  
31 SKB Banjarnegara 7 Juni 2014  
32 SKB Wonogiri 8 Juni 2014  
33 SKB Demak 9 Juni 2014  
34 SKB Susukan 9 Juni 2014  
35 SKB Grobogan 10 Juni 2014  
36 SKB Tanggamus - Lampung 10 Juni 2014  
37 SKB Kota Metro 10 Juni 2014  
38 SKB Wilayah Gemolong Sragen 16 Juni 2014  
39 SKB Kota Bandarlampung - Lampung 22 Juni 2014  
40 SKB Lampung Timur - Lampung 23 Juni 2014  
41 SKB Karanganyar 25 Juni 2014  
42 BPKB Yogyakarta 1 Juli 2014  
43 SKB Bantul 8 Juli 2014  
44 SKB Cilacap 8 Juli 2014  
       
  Note : Yang belum mengirimkan dimohon untuk koordinator segera mengirimkan    
  Terima kasih    
  Bagi yang telah mengirim silakan cek email masing-masing    

Instrumen Pemetaan Mutu PAUDNI Th 2014

Tahun 2014
No Nama File Jenis File Download File
1 Instrument Pemetaan Mutu PAUDNI Th 2014 .pdf unduh

Kemdikbud Terbitkan Permendikbud tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia

Jakarta, Kemdikbud --- Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi menyampaikan Kemdikbud telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014, tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia.

“Kita tahu bahwa Permendikbud yang ditunggu-tunggu tentang Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yaitu Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014 sudah dikeluarkan,” ungkap Lydia dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (23/05/2014).

Ia menjelaskan, semua satuan pendidikan internasional seperti kursus, kelompok belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan sejumlah Taman Kanak-Kanak harus menyesuaikan diri dengan Permendikbud tersebut. Satuan pendidikan kerja sama, kata dia, memiliki tenggat waktu sampai 1 Desember 2014 untuk menyesuaikan diri sesuai dengan isi Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014 itu. (Seno Hartono)

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2614

Formulir Sasaran Kerja Pegawai

Nama File Jenis File Download
Form Sasaran Kerja Pegawai .exel unduh