Dolanan Anak Akan Memecahkan Rekor Muri

SEMARANG – Awal tahun depan Dolanan Karo Bocah-bocah (Dokar Bobo) akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Hal itu ditegaskan Rektor Universitas PGRI Semarang, Muhdi dan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PP PAUDNI) Ade Kusmiadi dalam Promosi Implementasi Dolanan Karo Bocah-bocah (Dokar Bobo) di Wisma Perdamaian, Minggu (21/12).

‘’Di Kota Semarang dan sekitarnya, banyak lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK. Pada hari Minggu pagi yang telah ditentukan, mereka kami undang ke Simpanglima untuk bermain dolanan anak dan kami fasilitasi alat-alatnya. Maka untuk menciptakan rekor Muri bukanlah hal yang sulit.  Misalnya rekor dalam hal banyaknya anak usia dini bermain dolanan warisan leluhur dalam satu area,’’ jelasnya.

Dalam kegiatan yang diikuti 300-an anak usia dini itu, Muhdi menambahkan bahwa dolanan anak adalah kekayaan budaya Indonesia. ‘’Saat dimainkan, ternyata lebih interaktif dan lebih seru dibanding permainan anak-anak moderen, seperti game online dll.’’

Dia minta mahasiswa PG-PAUD Universitas PGRI untuk road show ke lembaga-lembaga PAUD dan TK untuk mengenalkan kembali 21 jenis permainan di ‘’Dokar Bobo’’, termasuk mengajari para gurunya. 

‘’PAUD dan TK benar-benar kita jadikan sebagai taman bermain yang bisa mendamaikan, menceriakan , membahagiakan, dan mencerdaskan. Jika di PAUD dan TK ada alat-alat permainan dolanan, pasti anak-anak akan senang memainkannya,’’ ujarnya.

 Karakter Bangsa

Sementara itu Kepala PP-PAUDNI Ade Kusmiadi menegaskan bahwa, selain menceriakan dan membahagiakan, ‘’Dokar Bobo’’ juga bertujuan untuk melestarerikan warisan budaya yang pada akhirnya bisa mempertahankan karakter bangsa Indonesia. 

‘’Dolanan anak-anak ini bertujuan membentuk karakter anak bangsa yang unggul dan penuh dengan kearifan lokal. Sebenarnya di luar sana masih ada ratusan jenis dolanan anak yang lain yang belum tergali lagi dan lambat laun akan punah ditelan zaman,’’ jelas Ade didampingi Suka, Kabid Program dan Informasi PP-PAUDNI.

Ade mengimbau agar seluruh anak bangsa saat ini mencontoh masyarakat Jepang. Meski peradabannya sangat maju dan menguasai teknologi yang tinggi, namun mereka tetap menghargai dan melestarikan budaya nenek moyang. 

 

Kegiatan yang berlangsung pagi hingga siang kemarin juga dihadiri Bunda PAUD Kota Semarang Krisseptiana Hendar Prihadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Boyamin, Asisten Kesra Sekda Provinsi Jateng Joko Sutrisno yang mewakili Gubernur, serta beberapa pejabat teras di jajaran Ditjen PAUDNI Kemendiknas. (dedy)

 

Mendikbud : Teruslah Membawa Senyum, Hadirlah dengan Hati dan Sepenuh Hati

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kembali mengingatkan agar memberikan apresiasi kepada guru, selayaknya kepada orang tua. Hal ini disampaikan mendikbud ketika menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Selasa (25/11/2014). “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu dan Bapak Guru semua yang telah mengemban tugas mulia serta mengabdi dengan hati dan sepenuh hati,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan bahwa menjadi guru bukanlah pengorbanan, namun adalah sebuah kehormatan. Para guru telah memilih jalan terhormat, yakni hadir bersama anak-anak, bersama para pemilk masa depan Indonesia. Guru memiliki peran peran yang amat mulia dan amat strategis, karena kepada guru bangsa Indonesia menitipkan masa depan Indonesia. Oleh karena itu Mendikbud berpesan agar guru terus meningkatkan kualitasnya. “Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati, teruslah hadir membawa senyum dan berbekal kerahiman, songsonglah anak-anak bangsa dengan kasih saying, serta hadirlah dengan hati dan sepenuh hati,” ujar Mendikbud.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud kembali mengajak semua pihak untuk terlibat, dan mendukung terlaksananya layanan pendidikan yang baik bagi masyarakat. “Tanpa mengurangi peran Negara,  saya mengajak semua warga bangsa Indonesia untuk ikut bekerja sama demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Mendikbud. Mendikbud mengajak semua kalangan agar terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah, balai belajar, dan taman belajar. “Kita mengajak dan member ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat, memikirkan, dan berbuat untuk kemajuan dunia pendidikan kita,” lanjutnya.

Mendikbud juga mengharapkan guru bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa, sehingga siswa kelak bisa mengingat gurunya sebagai figur yang bersih dan terpuji karakternya. Dengan begitu siswa akan menjadi manusia yang berkarakter mulia, Selain itu dengan usaha tersebut bisa mengubah wajah Indonesia menjadi lebih bersih, lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah. “Selamat meneruskan pengabdian mulia, selamat menginspirasi, dan selamat hari Guru,” pungkas Mendikbud. (Harriswara Akeda)

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3528

LKP Pasok Tenaga Terampil Dunia Usaha

DEMAK – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Demak siap memasok tenaga terampil untuk dunia usaha. Sejauh ini, apa yang dibutuhkan perusahaan kerap tidak sesuai dengan kompetensi tenaga kerja.

‘’Ini terjadi akibat pendidikan yang dijalani tidak nyambung dengan pekerjaan yang dibutuhkan tersebut,’’ ungkap Direktur LKP Belva, Sulikah di sela sosialisasi dan seminar pilot project program peningkatan kinerja penyelarasan pendidikan dengan dunia usaha hasil kerja sama LKP Belva, LKP Bina Siswa Mandiri, LKP Tunas Bangsa dan Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di ruang Bina Praja, Pendapa Kabupaten, kemarin.

Acara itu dibuka langsung Bupati Dachirin Said. Menurut Sulikah, ratusan LKP di Kota Wali selama ini berperan penting dalam membentuk SDM untuk dunia kerja.

‘’Hanya saja, belum adanya penyelarasan pendidikan membuat tenaga termpil ini kesulitan dalam mengakses dunia kerja. Dampaknya, pengangguran masih saja terjadi lantaran ada kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja.’’

Kompeten

Dia mencontohkan, adanya hotel di Demak tenaga kerjanya justru dari luar daerah. Karena itu, LKP menuntut kebijakan pemerintah bisa terhubung dan menyentuh langsung dengan pendidikan siswa disekolah. ‘’Kebijakan pemerintah harus sesuai dengan pendidikan,’’ katanya.

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muslih mengatakan, produktivitas dunia usaha masih rendah karena kompetensi tenaga kerja yang juga tidak sesuai pendidikannya. Dia mengatakan, kompetensi dibangun dari pendidikan yang baik.

‘’Kita harus tahu bahwa banyaknya pengangguran justru dari kalangan terdidik. Mereka sulit terserap kerja di perusahaan atau lingkungan kerja yang lain karena tidak kompeten,’’ jelasnya. (H1-64)

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/lkppasok-tenaga-terampil-dunia-usaha/

Kemendikbud Dukung Gerakan Penghematan Nasional

Jakarta, Kemendikbud --- Sesuai perintah Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan gerakan penghematan nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menerbitkan Surat Edaran nomor 10 tahun 2014 tentang Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Kerja Aparatur Negara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun telah menerima surat edaran tersebut.

Dalam surat edaran itu, seluruh aparatur negara diinstruksikan untuk melakukan penghematan, mulai dari penggunaan listrik, perjalanan dinas, hingga penggunaan produksi lokal. Untuk memastikan gerakan ini berjalan dengan baik, pimpinan instansi wajib melakukan evaluasi di lingkungannya secara berkala setiap 6 bulan sekali dan melaporkan kepada Kementerian PANRB.

Beberapa bentuk penghematan yang tercantum dalam surat edaran antara lain penghematan dalam menggunakan pendingin ruangan dengan mengatur suhu paling rendah 24 derajat celcius, membatasai kegiatan rapat di luar kantor dengan memaksimalkan ruang rapat kantor dan pengaturan kendaraan dinas hanya untuk kepentingan kedinasan.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan kedaulatan pangan, pada setiap penyelenggaraan pertemuan/rapat agar menyajikan menu makanan tradisional yang sehat dan/atau buah-buahan produksi dalam negeri. (Desliana Maulipaksi/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

 

 

Selamat Hari Pahlawan "Pahlawanku Idolaku"

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) peringati hari pahlawan 10 November dengan mengusung tema besar ‘Pahlawanku Idolaku’ di kantor Kemendikbud Senin (10/11/2014). Tema tersebut dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai contoh yang baik, maupun sebagai figur yang bisa ditiru dalam pencarian jati diri penerus bangsa.

Peringatan yang dilakukan dengan upacara bendera tersebut, dipimpin oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (Dikmen) Achmad Jazidie. “NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa, dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya” ujarnya pada saat membacakan sambutan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan yang sama Jazidie menjelaskan, diperlukannya rasa kesetiakawanan dan kepekaan sosial maupun batin dalam menjaga ikatan persatuan bangsa indonesia. Selain itu peringatan hari pahlawan diharapkan bisa mengingatkan kita tentang seberapa besar perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan dalam menghadapi penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme.

Jazidie menegaskan, hari pahlawan ini harus dimaknai dengan usaha kita menjaga dan mewujudkan tindakan serta pengorbanan seperti yang dicontohkan para pahlawan, tidak hanya sekedar ungkapan saja. Selain itu harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang.

“Tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Selain itu semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan bisa selalu ada dan tertanam di hati setia insan indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa,” ujar Jazidie menutup sambutannya. (Harriswara Akeda)

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3447