Undangan FGD Pemetaan Mutu Satuan PAUDNI Tahun 2015

Info : Permohonan Naskah Artikel Journal "Andagogia" dan Majalah "Harmoni" PP-PAUDNI

Permohonan Naskah Artikel Journal "Andagogia" dan Majalah "Harmoni" PP-PAUDNI 

Menunjuk program kerja PP-PAUDNI Regional II Semarang Tahun 2015, dengan hormat kami sampikan bahwa salah satu program kerja seksi informasi dan kemitraan adalah penerbitan journal ilmiah "Andragogia" dan Majalah "Harmoni" tahun 2015 akan terbit sebanyak 2 edisi yaitu bulan juni dan november 2015.

Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon bapak/ibu berkenan untuk menyebarluaskan informasi ini kepada jajaran dan bawahannya dan atau berpartisipasi dalam kegiatan penerbitan journal dan bulettin dalam bentuk artikel. Adapun artikel tersebut dapat dikirimkan melalui e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , artikel diharapkan sudah diterima oleh TIM Redaksi atau seksi informasi paling lambat tanggal 24 April 2014 untuk edisi pertama dan tanggal 17 Agustus untuk edisi kedua. Bagi artikel yang dimuat akan diberikan kontribusi sesuai kektentuan yang berlaku.

Atas kerjasamanya dan Perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

Surat resmi terlampir,

 


 

Dolanan Anak Akan Memecahkan Rekor Muri

SEMARANG – Awal tahun depan Dolanan Karo Bocah-bocah (Dokar Bobo) akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Hal itu ditegaskan Rektor Universitas PGRI Semarang, Muhdi dan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PP PAUDNI) Ade Kusmiadi dalam Promosi Implementasi Dolanan Karo Bocah-bocah (Dokar Bobo) di Wisma Perdamaian, Minggu (21/12).

‘’Di Kota Semarang dan sekitarnya, banyak lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK. Pada hari Minggu pagi yang telah ditentukan, mereka kami undang ke Simpanglima untuk bermain dolanan anak dan kami fasilitasi alat-alatnya. Maka untuk menciptakan rekor Muri bukanlah hal yang sulit.  Misalnya rekor dalam hal banyaknya anak usia dini bermain dolanan warisan leluhur dalam satu area,’’ jelasnya.

Dalam kegiatan yang diikuti 300-an anak usia dini itu, Muhdi menambahkan bahwa dolanan anak adalah kekayaan budaya Indonesia. ‘’Saat dimainkan, ternyata lebih interaktif dan lebih seru dibanding permainan anak-anak moderen, seperti game online dll.’’

Dia minta mahasiswa PG-PAUD Universitas PGRI untuk road show ke lembaga-lembaga PAUD dan TK untuk mengenalkan kembali 21 jenis permainan di ‘’Dokar Bobo’’, termasuk mengajari para gurunya. 

‘’PAUD dan TK benar-benar kita jadikan sebagai taman bermain yang bisa mendamaikan, menceriakan , membahagiakan, dan mencerdaskan. Jika di PAUD dan TK ada alat-alat permainan dolanan, pasti anak-anak akan senang memainkannya,’’ ujarnya.

 Karakter Bangsa

Sementara itu Kepala PP-PAUDNI Ade Kusmiadi menegaskan bahwa, selain menceriakan dan membahagiakan, ‘’Dokar Bobo’’ juga bertujuan untuk melestarerikan warisan budaya yang pada akhirnya bisa mempertahankan karakter bangsa Indonesia. 

‘’Dolanan anak-anak ini bertujuan membentuk karakter anak bangsa yang unggul dan penuh dengan kearifan lokal. Sebenarnya di luar sana masih ada ratusan jenis dolanan anak yang lain yang belum tergali lagi dan lambat laun akan punah ditelan zaman,’’ jelas Ade didampingi Suka, Kabid Program dan Informasi PP-PAUDNI.

Ade mengimbau agar seluruh anak bangsa saat ini mencontoh masyarakat Jepang. Meski peradabannya sangat maju dan menguasai teknologi yang tinggi, namun mereka tetap menghargai dan melestarikan budaya nenek moyang. 

 

Kegiatan yang berlangsung pagi hingga siang kemarin juga dihadiri Bunda PAUD Kota Semarang Krisseptiana Hendar Prihadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Boyamin, Asisten Kesra Sekda Provinsi Jateng Joko Sutrisno yang mewakili Gubernur, serta beberapa pejabat teras di jajaran Ditjen PAUDNI Kemendiknas. (dedy)

 

RAPAT KOORDINASI NASIONAL PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROGRAM DITJEN PAUDNI TAHUN 2015

Ungaran- Dalam rangka persiapan pelaksanaan program dan anggaran tahun 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (DITJEN PAUDNI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Pelaksaan Kebijakan dan Program DITJEN PAUDNI yang dilaksanakan di PP-PAUDNI Regional II Semarang pada tanggal 11 s/d 13 Februari 2014 dengan tema “Melalui peningkatan akses dan kualitas PAUDNI kita wujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” Rakarnas dimaksudkan agar seluruh kepala satuan kerja, penanggung jawab dan pengelola program PAUDNI mempunyai persepsi yang sama dalam melaksanakan kegiatan, sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan, tepat waktu dan sasaran, efektif dan efisien, serta akuntabel.

Latar Belakang kegiatan tersebut adalah Dalam rangka memberikan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan  nonformal dan informal yang lebih merata, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) melaksanakan pembangunan dan pengembangan program pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal dengan harapan mampu memberikan menyelesaikan sebagian permasalahan nasional di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan mengacu pada pencapaian visi Presiden Republik Indonesia yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” bahwa pelaksanaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal yang diarahkan pada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berakhlak mulia sejak usia dini sebagai insan pembelajar sepanjang hayat yang mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal dalam berbagai keadaan dan tantangan di masa depan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) mengembangan program dan kegiatan yang  mencakup: (1) penyediaan layanan pendidikan anak usia dini; (2) penyelenggaraan kursus dan pelatihan, dan pemberdayaan perempuan bermutu, berkesetaraan gender dan relevan dengan kebutuhan masyarakat; (3) penyediaan layanan pendidikan masyarakat; (4) penyediaan layanan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI; (5) dukungan manajemen dan tugas teknis pendidikan anak usia dini,  pendidikan nonformal dan informal dalam rangka penjaminan mutu layanan; dan (6) layanan pengkajian, pengembangan dan pengendalian mutu pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal.

Tahapan pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 saat ini memasuki tahap ke tiga (2015-2019) yaitu memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keuanggulan kompetitif, perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas, serta kemampuan iptek.

Dalam rangka memberikan arah pelaksananan dan pengembangan program pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal, Ditjen PAUDNI sedang mempersiapkan Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019.

Arah kebijakan dan strategi pembanguan Paud-Dikmas tahun 2015-2019, dirumuskan berdasarkan RPJMN 2015–2019 dengan tema yaitu penguatan daya saing regional (2015--2020),  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,   dan visi Presiden Republik Indonesia  yaitu ”Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, serta mengacu kepada konvensi dan kesepakatan internasional yang mencakup: (1) The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimi­nation Against Women (CEDAW)-18; Desember 1979,  (2) Convention on The Right of the Child; November 1989, tentang Hak-hak Anak, (3) United Nations Millenium Declaration; 6-8 September 2000, (5) The World Fit for Children; Januari 2001, dilaksanakan pertemuan A World Fit for Children.

Penyelenggaraan program Paud-Dikmas bersifat flaksibel dalam menyediaan tempat dan waktu serta proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani baik tingkat usia, tingkat pendidikan, dan kondisi social ekonomi, dengan sasaran program Paud-Dikmas adalah terciptanya keluasan dan kemerataan akses PAUD dan pendidikan masyarakat bermutu, berkesetaraan jender, dan berwawasan  pendidikan pembangunan berkelanjutan di semua provinsi, kabupaten, dan kota. Sedangkan sasaran kegiatan adalah:

1.       Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif yang memperoleh layanan pendidikan kecakapan hidup untuk bekerja dan berwirausaha yang berstandar nasional,  berkesetaraan;

2.       Miningkatnya  anak usia 3-6 tahun memperoleh layanan pendidikan anak usia dini yang berstandar nasional, yang berkesetaraan gender, berwawasan  pendidikan  pembangunan;

3.       Meningkatnya remaja dan orang dewasa memperoleh layanan pendidikan  masyarakat yang berkualitas, berkesetaraan gender, dan berwawasan  pendidikan  pembangunan berkelanjutan (ESD)   di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota;

4.       Penduduk usia dewasa memperoleh layanan pendidikan keayahbundaan dalam rangka meningkatkan wawasan, pemahaman tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa;

5.       Model/program dan bahan ajar PAUD dan POD yang bermutu,  berkesetaraan gender, berwawasan  pendidikan  pembangunan berkelanjutan (ESD)  serta dapat diterapkan di berbagai daerah/wilayah;

6.       Meningkatnya akuntabilitas dan transparansi tata kelola dan pelaksanaan tugas teknis lainnya  di Ditjen Paud dan Dikmas.

 

 

 

Mendikbud : Teruslah Membawa Senyum, Hadirlah dengan Hati dan Sepenuh Hati

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kembali mengingatkan agar memberikan apresiasi kepada guru, selayaknya kepada orang tua. Hal ini disampaikan mendikbud ketika menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Selasa (25/11/2014). “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu dan Bapak Guru semua yang telah mengemban tugas mulia serta mengabdi dengan hati dan sepenuh hati,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan bahwa menjadi guru bukanlah pengorbanan, namun adalah sebuah kehormatan. Para guru telah memilih jalan terhormat, yakni hadir bersama anak-anak, bersama para pemilk masa depan Indonesia. Guru memiliki peran peran yang amat mulia dan amat strategis, karena kepada guru bangsa Indonesia menitipkan masa depan Indonesia. Oleh karena itu Mendikbud berpesan agar guru terus meningkatkan kualitasnya. “Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati, teruslah hadir membawa senyum dan berbekal kerahiman, songsonglah anak-anak bangsa dengan kasih saying, serta hadirlah dengan hati dan sepenuh hati,” ujar Mendikbud.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud kembali mengajak semua pihak untuk terlibat, dan mendukung terlaksananya layanan pendidikan yang baik bagi masyarakat. “Tanpa mengurangi peran Negara,  saya mengajak semua warga bangsa Indonesia untuk ikut bekerja sama demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Mendikbud. Mendikbud mengajak semua kalangan agar terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah, balai belajar, dan taman belajar. “Kita mengajak dan member ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat, memikirkan, dan berbuat untuk kemajuan dunia pendidikan kita,” lanjutnya.

Mendikbud juga mengharapkan guru bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa, sehingga siswa kelak bisa mengingat gurunya sebagai figur yang bersih dan terpuji karakternya. Dengan begitu siswa akan menjadi manusia yang berkarakter mulia, Selain itu dengan usaha tersebut bisa mengubah wajah Indonesia menjadi lebih bersih, lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah. “Selamat meneruskan pengabdian mulia, selamat menginspirasi, dan selamat hari Guru,” pungkas Mendikbud. (Harriswara Akeda)

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3528